Jumat, 17 Juli 2015

Pengalaman Pertama Mengemut Perkakas


http://vatra-curahanhati.blogspot.com/2012/08/pengalaman-pertama-mengemut-perkakas.html

Pengalaman ini merupakan pengalaman pertama aku merasakan rasa dan nikmatnya perkakas berada dalam mulut. ihhh...enak dan kenyal tanpa rasa namun nikmat dimulut.....
awalnya,aku pulang dari tempat kerja bersama rekan kerjaku bernama Kak Ratna. Aku pulang sekitar jam 12-an malam, maklum pekerja malam. jarak tempat kerja dari rumah yah,,,lumayan jauh. dan ini tidak biasanya aku membonceng rekan kerja, biasanya hanya aku yang dibonceng ama sepupu. ini kali pertama juga membonceng kak ratna karena katanya mau cepat pulang dan tidak mau menunggu. dia tidak mau menunggu sebab anaknya yang kecil ditinggal dirumah.
saat perjalanan pulang yang masih begitu jauh dari rumah dan juga rumah kak ratna, bannya motor meletus dan membuat kami berjalan sekitar setengah kilo. namun untung didaerah itu ada rumah keluarganya kak ratna, jadi kami singgah dan untung mereka masih bangun. kami bertanya dimana terdapat tempat pres ban, dan diapun berkata didaerah itu banyak tempat pres hanya saja saat waktu seperti ini semuanya sudah tutup. kami pun mencari akal, dan kak ratna sibuk berbincang-bincang dengan keluarganya. ditengah perbincangan, muncullah dua orang cowok yang lumayan ganteng. huhh...timbul terbesit rasa dalam hatiku melihatnya,,,, dan terdengar didalam rumah masih ribut. terdengar suara-suara khas cowok remaja yang jantan. waoow ternyata disini banyak cowoknya, kataku dalam hati.
namun tak disangka-sangka ibu yang asyik berbicara dengan kak ratna tiba-tiba berkata bahwa disini ada lima orang cowok dan barusan ngumpul dirumah. akupun gembira dalam hati,,,,,

Sekitar lima menit aku dan kak ratna masih bingun bagaimana bisa pulang kerumah ditengah situasi ini. Namun keluarga kak ratna memaksa kami untuk nginap saja dirumah untuk malam ini saja. akupun iseng-iseng menolak namun dalam hatiku sangat berharap untuk bermalam dirumah yang penuh dengan surga. Begitupun dengan kak ratna yang sangat menolak karena anaknya yang kecil ditinggal dirumahnya. Namun kamipun dapat ide yang sangat menggembirakan buat aku. Kak ratna malam ini tetap pulang dengan menunggu mobil yang ditumpangi rekan-rekan kerja yang belum pulang, sedangkan aku harus nginap dirumah itu dan nanti besok pagi bannya motorku untuk dipres yang tidak jauh dari rumah itu.
Ide ini merupakan ide yang membuat aku seakan-akan tidak percaya dan sesuai yang aku idam-idamkan. Akupun berharap jika aku bermalam dirumah ini, aku harus tidur bersama dengan pemuda-pemuda yang cakep-cakep itu. Betapa bahagianya jika aku berada ditengah-tengah diantara mereka. Muka-muka mereka bemacam-macam begitupun bentuk dan besar perkakasnya mungkin. Namun satu diantara kelima cowok itu yang saya idam-idamkan. Wajahnya begitu ganteng dan manis membuat jantungku berdetak kencang. Namun hal itu tidak aku tampakkan didepan mereka.

Beberapa menit kemudian, mobilpun singgah untuk mengambil kak ratna. Namun bos dari tempat kerja menyarankan agar motorku diberi tumpangan dimobil dan menyarankan juga motor aku disimpang saja dirumah ini lalu besoknya baru diambil. Namun akupun menolak, bukan karena takut pulang tapi nafsu bejatku ini untuk tidur bersama cowok-cowok itu. Boskupun tidak terlalu menuntut dan menuruti saja apa yang aku inginkan. Boskupun pamit dan memberi peringatan kepadaku untuk tetap berhati-hati. Mobilpun melaju meninggalkan aku di rumah tersebut.

Keluarga dari kak ratna itu menyuruh aku untuk memarkirkan motornya kedalam rumahnya saja. akupun menurut dan segera mendorong motorku kedalam rumahnya. Didalam rumahnya sudah terparkir tiga motor yang sudah termodifikasi khas motor cowok-cowok. Uhh…mantap nih. Didalam rumah tersebut  pasnya kamar depan terlihat beberapa cowok yang asyik main game di laptopnya. Mereka asyik dan seakan-akan tak memperdulikan aku. Akupun cuek aja dan duduk disofa sambil iseng-iseng menekan-nekan tombol hp. Tiba-tiba ibu yang diluar tersebut masuk dan menutup pintu serta menyuruhku untuk tidur dikamar yang terdapat banyak cowok tersebut. Akupun sangat gembira, namun iseng-iseng menolak dan minta izin untuk tidur saja di sofa. Ibu tersebut masuk kekamar dan keluar membawakan aku bantal dengan sarung.

Akupun tidur disofa, namun satu diantara cowok tersebut keluar dan mengajak aku tidur kamar saja. kesempatan ini tak kusia-siakan dan segera masuk kekamar tersebut. Mungkin merasa kamarnya tidak muat mereka membagi dirinya untuk sebagian tidur dikamar sebelah. Dan tersisa dua orang yang berada sekamar dengan aku. Tanpa kupedulikan akupun baring disisi paling pinggir tempat tidur tersebut. Aku tidur tak bergerak-gerak, namun aku tetap terjaga dan memperhatikan cowok yang masih asyik main game. Wajahnya lumayan ganteng dan masih umuran anak SMU. Begitupun dengan cowok yang aku idam-idamkan yang hanya memakai sarung tanpa baju itu. Uhhh seksinya…..
Beberapa menit kemudian, lampu kamarpun dimatikan dan pintu kamar dikunci. Si ganteng yang ku idam-idamkan tidur pas disampingku dengan posisi berada di tengah. Hatikupun merasa berdetak kencang bercampur bahagia yang teramat indah. Aku seakan-akan melayan kesurga berada tidur didekat cowok yang ganteng itu. Diapun tidak begitu canggung untuk tidur didekatku, mungkin karena dia menganggap aku ini bukan gay.


Waktu pun berlalu detik demi detik dan terdengar nafas yang khas bagi orang yang tidur. Akupun berbalik dan tangan kiriku menyentuh perutnya. Dia pun tidak merespon, aku berharap dia masih terjaga dan belum terlalu tidur. Akupun bergerak dan menyentuh pas diatas perkakasnya. Aku sangat grogi dan jantungku berdetak kencang memegang perkakas cowok yang seganteng itu. Tangankupun nakal mulai merayap menyusuri bentuk perkakasnnya yang masih terbungkus sarung dengan CD.  Akupun asyik mencari dan mencari ujung perkakasnya. Aku rasa begitu panjang dan besar memanjang turun ke pahanya. Dan tak beberapa lama aku memegang perkakasnya, aku pun kaget karena dia berbalik membelakangiku. Akupun santai saja karena hal itu yang aku harapkan untuk membangunkan dia. Akupun terdiam. Namun beberapa menit kemudian, dia kembali berbalik kepadaku. Akupun gembira karena hal ini yang kuharapkan. Akupun segera melakukan aksiku merayap perkakasnya. Ku beranikan lagi diriku memegang perkakasnya, namun terjadi perubahan karena perkakasnya sudah menegang sempurna begitu kuat. Kuarahkan mukaku pass diperkakasnya yang masih tertutup itu. Aku berharap agar aku bisa mengemut perkakas kuat tersebut. Tangan akupun merayap masuk kedalam CDnya. Namun aku tidak bisa mengeluarkan perkakas kuat tersebut karena kepalanya menghadap kebawa dan sulit untuk dikeluarkan. Akupun hanya bisa memegangnya dari luar. Hal ini kulakukan berkali-kali namun tetap gagal kukeluarkan dari sarungnya. Akupun cape, mungkin diapun capek. Diapun langsung bangun dari tempat tidur dan pindah kekamar sebelah. Akupun kecewa dalam hal ini. Namun akupun tidak terlalu begitu sedih karena masih tersisa cowok satunya. Akupun segera bangun dan menutup kembali pintu kamar tersebut dan kembali tidur didekat cowok yang sudah terlelap tidur itu. Tangankupun mulai merayap perkakas cowok tersebut. Namun hal ini lebih sulit lagi karena memakai celana jeans yang pendek. Diluar celana tersebut kuraba-raba perkakasnya sudah menegah mengeras. 

Akupun memberanikan diriku untuk membuka kancing celananya berlanjut dengan membuka pelan-pelan reasletin celananya. Setelah kubuka, akupun mulai meraba masuk dan didalamnya masih tertutup boxer. Tangankupun tak kusia-siakan, kusisipkan lebih dalam lagi hingga benda yang kuidamkan tersentuh oleh ujung tanganku. Kucoba kutarik keluar hingga kepala perkakasnya nongol keluar. Hal ini memang sengaja ku lakukan dan kuharapkan. Kuberanikan diriku untuk bangun dan langsung menyantap perkakas seperti orang yang kelaparan. Perkakas terus langsung berada dimulutku. Kurasakan begitu kenyal dengan kepala perkakasnya yang tidak begitu besar menyentu lidahku. Nikmat dan enak walaupun tak ada rasa. Ku keluar masukkan didalam mulutku. Akupun mencoba memasukkan lebih dalam kemulutku namun tak muat. Batang perkakasnya begitu besar dan panjang. Setelah beberapa menit ku emut diapun terbangun dan aksiku pun ku hentikan dan tetap berbaring disampingnya. Diapun mendorong kepalaku dan berkata sesuatu yang tidak begitu jelas. Aksiku pun ingin kulakukan untuk kedua kalinya namun dia menolak. Ku dengar diamengancing celananya kembali begitupun dengan reasleting celananya. Kulihat dijendela mulai subuh dan akupun bergegas keluar kamar. Kukeluarkan motorku sambil pamitan dengan ibu yang hampir bersamaan bangun. Motorkupun melaju begitu kencang meninggalkan rumah yang penuh kenangan indah yang tak bisa kulupakan. Dan tak jauh dari tempat itu akupun singgah di bengkel untuk mengganti bannya motorku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar