Jumat, 17 Juli 2015

JADI KORBAN SEX


Cerita pendek ini sengaja saya buat berawal dari curhatan dan keluh kesah sahabat sy yang berada di luar negri, berawal dari curhatan itu sy berfikir jika kisah ini sy angkat melalui tulisan dan atas persetujuannya dan karna kemurahan hati  sahabat sy ini terbentuklah kisah memilukan darinya. Curhatannya yang sering sy dengar melalui chat atau telpon bahkan webcam membuat sy iba dan tak dapat berbuat banyak….hingga sekarang ia masih menjadi bulan bulanan para lelaki maho

Mencari kehidupan yang lebih baik adalah impian semua orang punya tujuan merubah status sosial keluargapun sepertinya sudah menjadi satu keharusan, hidup yang terus didera kemiskinan yang berkepanjangan membuat orang bekerja keras demi keluarga dan masa depan. Bukan ku suka bekerja di Negara sendiri dengan gaji yang serba minim dan pas pasan mendorongku untuk terbang mencari keberuntungan di negeri Arab Saudi, berbekal keahlian menjadi seorang koki aku nekad melanglang buana ke negeri gurun pasir tersebut. Dengan tekad dan niat yang satu aku terdampar di Jeddah bersama ke empat teman lainnya, disini aku bekerja pada sebuah restoran di salah hotel berbintang. Aku tinggal bersama dalam satu apartemen, satu kamar itu khusus untuk kami yang berasal dari Indonesia, sementara kamar lain dihuni oleh para penghasil devisa dari Negara India, Nepal, juga Singapore.

Setahun berlalu menjadi kuli di hotel mewah semua berjalan lancer dan nyaris tidak pernah ada kendala yang ku temui, yang terbesit dalam hati tahun depan aku akan pulang ke kampung halaman dan bawa uang banyak untuk abah dan emak juga adik yang masih butuh banyak biaya sekolah. Tiap libur aku menikmati dengan beristirahat dan browsing via laptop kecil, dari sini sy bias kontak teman teman melalui facebook, mig33, maupun skype. Bersama sahabt sy di Indonesia ini semua keluh kesah dan rindu kampong halaman terobati. Paling tidak aku bias mendengar dan melihat wajah orang local ini melalui webcam..

Memasuki tahun kedua aku dikontrak perusahaan, apartemen yang tadinya tak begitu ramai sore itu penuh sesak oleh TKI dari Negara Iran dan Bangladesh terlihat dari wajah khas arabiannya yang berhidung mancung juga berjenggot panjang seperti bandot garut yang sering ku jumpai di kampung halaman.  Postur mereka yang tinggi dan terlihat besar membuat aku semakin kecil dan pendek cirri khas indon, komunikasi yang kurang baik lantaran dari mereka masih belum fasih berbahasa inggris. Maklum disini kami belum bias bicara bahasa arab dengan benar jadi jika ada teman baru bahasa yang mudah ialah English.

Kelompok Iran berada di depan kamar ku sementara lainnya berada di lantai dua dan lima, didalamnya terisi tiga orang iran berusia 30 sampai 40 tahunan, hmmmm masih fresh dan daddy sekali. Disana aku tak pernah menunjukkan kesukaanku pada lelaki, tapi setelah tiga bulan berjalan sejak mereka tinggal satu diantara mereka menyukaiku. Sebagai lelaki yang haus akan seks yang tak pernah ku salurkan selain hanya pada tante Lux (sabun), diam diam kami menjalin kasih tanpa sepengetahuan teman teman. Ada cinta yang datang tanpa di undang semua hadir ketika ia sama sama bekerja di restoran tempat aku bekerja. Walau dia hanya seorang waitres tatapan mata hamper setiap hari kami lakukan, dari mata turun ke hati akhirnya semua terfokus pada kata cinta. Hingga suatu ketika hasrat kami sama sama tak bias dibendung untuk bercinta, udara malam yang dingin serta keinginan untuk bercumbu begitu memuncak. Sementara di dalam banyak teman yang sedang beristirahat begitu jyuga sebaliknya, di kamarnya sudah lunglai dan terkapar ketiga temannya. Lanta dia puny aide untuk kami bercumbu di tangga paling atas, disana sepi dan menurutnya aman. Benar juga pikirku, ga mungkin ada orang yang kesana sebab selama beberapa kali aku kesana tak pernah menemui orang disana hingga ku kembali ke kamar. Dan naiklah kami ke lantai paling atas, disana memang ada sedikit ruang kosong untuk kami bias mengekpresikan cumbuan..

Pacarku ini amat ganas dalam bercumbu digigitnya bibirku amat dalam sambil diremas remas kontolku hingga mulai bangkit dari sarangnya,  ciuman mesranya terus menggiring ku bersandar di tembok belakang tangga hingga bajuku terbuka ia jilat habis putting susuku sembari meraba raba isi dalam celanaku. Si entong dalam CD ku berontak seakan gerah ingin keluar dari tempat sempit nan ketat itu. Ku buka bajunya yang  hanya menggenakan kemeja pendek pelan namun pasti ku lepas kancing baju satu demi sastu hingga terbuka dadanya yang berbulu lebat. Kumisnya yang lembut terus saja mampir di tubuhku yang sudah tak berbaju kuraba dan kutarik keluar urat besar yang berada di balik celana jeans yang tak seberapa susah itu. Sapuan lidahnya mulai turun ke perutku, rasa geli sekaligus nikmat ku tandai dengan desahan kecil tanda puas. Bibir manisnya mulai menepi diatas kemaluanku yang sudah tegang dan panjangggg..tanpa basa basi ia serbu timun local dengan nikmatnya,,,ahhhh aku merintih ke enakan, di telan habis burung garudaku tanpa ampun. Sesekali ia kulum juga telur asin khas brebes ini dengan lilitan lidah didalamnya, di barengi ia gigit sembari menarik bulu bulu lebat burung garudaku…ahhhhh

Tak puas itu, ia bongkar paksa celana pendeku yang sudah tergantung setengah pantat, di elusnya bokongku yang molek seperti mangga indramayu di raba dan terus di gosok gosok sambil sesekali di ciumi dengan tempelan kumisnya. Lelah ia mengisap kontolku ia berdiri dan memelukku sambil mencium bibirku tiada henti. Bahasa isyarat tubuhnya mengarahkan aku untuk mencumbunya dan mengisap zakarnya yang lebih panjang dari buatan local, seperti terong ungu yang dulu kupetik kugenggam dank u pegang dengan halus…ahhhhh baby ia bersuara pelan menikmati sedotan pompa air made in Indonesia yang khas dengan aroma masakan padangnya..sambil mundur maju pantatnya ia terus mendorong kantolnya jauh masuk kedalam tenggorokanku…ahhhhh supaya imbang ku buka juga celananya agar sama sama bugil dan lebih menggairahkan…

Begitu asiknya kami bercumbu laksana adam dan hawa yang baru di pertemukan di bikuit saffa dan marwah, hingga kami lupa menutup pintu dan menguncinya…mulutku asik mengunyah buah zakar nan besar berbulu lebat itu. Sampai akhirnya satu dari teman kami berasal dari India tiba tiba naik keatas tanpa sepengetahuan kami. Diam diam ia sejak tadi menonton acara live show gayporn di lantai atas yang hanya ada kami berdua tengah bugil menikmati malam malam kenikmatan bercinta..namun tiba tiba ia muncul dan menampakan diri dihadapan kami, ia berdiri dan berkata apa yang kalian lakukan disini ?...aku kaget dan sontak terhenti mengisap kontol iran yang sudah mulai basah. Oleh cairan sprema. Aku langsung berdiri dan mencari baju untuk menutupi tubuhku yang bugil ini, begitu juga dengan pacarku ia kelimpungan mencari celana yang kulempar entah dimana. Tapi belum sempat kamui bergerak meraih baju si orang India yang lumayan ganteng namun pendek ini  mendekat samvil membuka celananya yang sudah berisi tombak keras sedikit bantet. Ia berkata “hisap ini, kalo nga sy akan ceritakan ini pada teman teman mu “,,aku dipaksa sambil diarahkan ke ujung komtolnya, diancam pula untuk membuka aib ini pada teman temanku. Pacarku marah dan tidak terima jika aku harus mengisap juga kemaluan si india bermata besar ini.

Tentu saja pacarku marah karna aku adalah kekasih gelapnya, mereka sempat cek cok mulut dengan suara yang besar membuatku bingung dan makin takut terdengar oleh teman lainnya. Jika ini sampai terjadi bukan hanya aib yang aku dapat tapi juga hukum rajam (timbuk batu hingga mati) juga hokum Qishos (dipotong kepala) oleh pemerintah arab Saudi. Kujelaskan pada pacarku semua itu dan ia pun mengerti sampai akhirnya aku ngemut abis kontol india ini disaksikan kekasihku…kutau betapa pedihnya hati dia melihat aku lakukan itu, tapi apa daya kami berdua sudah tak punya jalan…

Pacarku memukul mukul tembok sekuat kuatnya menahan emosi, mungkin tak sanggup melihat langsung adegan vulgar ini aku tau siapapun akan mengalami hal yang sama ketika orang yang di cintainya berselingkuh. Sementar si orang india setengah baya ini terus saja mendesah ke enakan tanpa menghiraukan penderitaan batin kekasihku, ia terus mendorong masuk penisnya yang sedikit bengkok ke mulutku…tidak lama berselang cairan kental ala susu kuda liar muncrat di bibirku…hingga klimax ia terus menumpahkan pejunya diatas wajahku…lengket dan belepotan..segera ku usap dengan kaos ku yang tersangkut di besi tangga..ia puas sementara kami berdua belum sampai pada puncaknya karna keburu ketauan..siall. seebeum kami membubarkan diri karna sudah tidak ada mood lagi untuk melakukan itu, orang india yang menyebalkan ini bicara setengah mengancam. “ kamu harus layani sy kapan sy mau jika tidak semua ini akan sy bongkar “..

Sejak kejadian memalukan sekaligus menguntungkan bagi orang india itu, aku melayani dua lelaki yang berbeda. Satu melayani pacarku dan yang satu lagi karna ancaman yang memang membuatku takut dan ngeri. Meskipun terkadang lelah dan capek tiap kali ia meminta aku melayani nafsu bejatnya dengan terpaksa..dua atau tiga hari sekali aku diajak kekamarnya atau ia dating ke kamarku saat teman sip pagi atau siang, karna kami tidak satu shif.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar