Jumat, 17 Juli 2015

Memperkosa Dan Mengonani


http://webfodi.blogspot.com/2014/09/cerita-gay-memperkosa-dan-mengonani.html

MAKAN SIANG DI HOTEL Jika di Indonesia ada acara pertemuan [meeting] di hotel, biasanya makan siang ditanggung panitia [organizer] tiga kali sehari : pagi, siang, malam. Tetapi kalau aku diundang ikut pertemuan seperti itu sebagai nara-sumber [resource person] atau pembicara [speaker],aku jarang ikutan makan-siang atau makan malam. Aku hanya ikutan makan pagi [sarapan] saja. Makan-siang dan makan-malam yang disediakan hotel untuk peserta [participant] pertemuan seperti itu umumnya tidak-baik mutunya dan tidak enak rasanya. Pertemuan yang sering aku hadiri adalah pertemuan yang membahas tentang pengungsi [Refugees and IDP - Internal Displaced Persons].Aku sering diundang dalam pertemuan seperti itu. Karena aku bekerja di badan PBB yang antara lain mengurusi bidang itu. Sekali-sekali aku juga terlibat menangani pengungsi ex-TImor Timur di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu aku juga “liason officer” [pejabat penghubung] dari badan PBB yang mengurusi masalah pekerja migran antar-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur.Dengan basis di Dili,Timor Leste dan dua kantor penghubung, satu di Jakarta dan satu di Denpasar.Maka aku jadi punya networking yang luas di wilayah Asia dan Pasifik. Hal itu dimungkinkan karena aku juga bisa komunikasi-lisan bahasa Indonesia dan Malaysia.Selain itu aku juga punya darah Melayu [30%], Cina [30%] dan Eropa [30%] .

Aku lahir di Kota Singapura,dibesarkan di Amerika dan Australia dan berkewarga-negaraan Australia [Australian Citizen] serta bekerja di badan PBB [United Nations Bodies and Entities]. Sebagai seorang lelaki homosex, maka bagiku Kota Bandung adalah salah satu favoritku untuk berburu cowok buat dicabuli. Oleh sebab itu, kalau ada Refugee and IDP Meeting di Bandung aku selalu hadir.Meski cowok-cowoknya ganteng, putih-putih, dan sunat semua, tapi Bandung terkendala oleh lalu-lintas dan tata-kotanya yang semrawut tidak karuan ! Tapi, semrawut sedikit tidak apalah,yang penting aku bisa menikmati cowok-cowok Sunda yang ganteng-ganteng dan di- sunat semua itu.Dengan pertumbuhan jembut dan bulu-ketek mereka bervariasi! Ada yang jembut dan bulu-keteknya lebat bangeth, ada yang sedang-sedang saja dan ada yang sekedarnya saja.Seakan-akan hanya jadi bukti kedewasaan dan kelaki-lakiannya yang sempurna saja ! Ta’i ! Kendala lain adalah jika cowok-Sunda itu aksen-Sundanya terdengar terlalu medok !Oleh karena itu supaya aku tidak usah mendengar aksen-Sundanya yang medok itu ,biasanya mulut cowok-Sunda yang sedang aku cabuli itu aku lumat dan aku cipoki sampai bibirku terasa pegal dan perutku kembung kekenyangan menyedot dan menelan air-ludahnya yang lender itu:SROOOT!SROOOT!SROOOT!,sewaktu aku mencipoki mulutnya! Seperti juga jika aku berburiu cowok [buat dicabuli] di kota-kota lain di Indonesia maka di Bandung aku juga mencari mangsa karyawan hotel, Satpam dan kalau bisa akses, juga pelajar dan mahasiswa.

Aku tidak suka berburu gigolo, sebab mereka terlalu matre [materialistis] dan berisiko menularkan penyakit kelamin [PMS - Penyakit Menular Sexual atau STD - Sexually Transmitted Disease] dan HIV/AIDS atau pun penyakit-penyakit lain seperti Hepatitis ! Selain itu,juga tidak aman berhubungan dengan mereka.Sebab mereka sering jadi bagian sindikat kriminal, seperti : perampokan, pencurian, pemerasan,dan peredaran narkoba ! BERKENALAN DENGAN ISMAN Pada suatu pertemuan di Bandung, aku “terpaksa” ikutan makan-siang. Sebab salah seorang pejabat Pemerintah Indonesia hadir dan dia ikutan makan-siang. Sebagai pejabat badan PBB, maka pantas-pantasnya aku ikutan makan-siang – sesuai dengan tradisi Indonesia untuk menghormati pejabat yang hadir itu.Apa lagi pejabat itu adalah pejabat setingkat deputy minister [direktur jenderal] .Aku duduk di meja-utama [VIP, Reserved] bersama pejabat-pejabat setempat dan wakil-wakil organisasi internasional lainnya.

Meja itu dilayani oleh seorang waiter yang tampan dan berkulit putih-bersih. Tentu saja aku, sebagai seorang lelaki-homosex, segera terpikat dan terpukau pada waiter itu, Tidak mudah mengetahui namanya, karena label namanya kecil dan berkilat.Tapi ketika waiter itu sedang meletakkan makanan di meja, sempat terbaca olehku namanya : ISMAN. Maka diam-diam aku terus-terusan mencuri pandang sang waiter – pemuda tampan itu. Wajahnya yang tampan dan belia terkesan sendu [sedih], tapi membuat aku jadi makin penasaran,geregetan,dan terangsang. Apalagi aku punya kecenderungan sado-masochistik ! Wajah lelaki yang tampak kesakitan, kelelahan atau sedih membuat aku jadi makin terangsang ! Untunglah, “table manner” [tata-krama di meja makan] di Indonesia, mengizinkan seseorang bangkit dari meja saat makan,untuk mencuci-tangan, untuk menerima telepon atau bahkan untuk kencing di toilet !Maka ketika aku lihat Isman berdiri dekat wastafel akupun pura-pura mau cuci-tangan. Sebelum cuci-tangan aku menyelipkan uang-tip lima lembar seratus ribuan [total Rp 500.000,-] ke tangan Isman. sambil aku berbisik : “Ini buat Anda”, dia agak terkejut dan agak ragu, tetapi kemudian aku dengar dia berkata : “Terima kasih Pak”, aku pun langsung membuka pembicaraan dengan Isman, kataku : “Mas, nanti sore kalau sudah off, jam empatan, bisa bantu saya di kamar?”,saat itu baru sekitar jam 13:00. Aku dengar bahwa jam 15:00 atau 16:00, petugas di hotel itu ganti shift. Isman menjawab : “Baik, Pak. Bapak di kamar berapa?”,aku memberitahu nomor kamarku. Lalu aku kembali ke tempat dudukku, di meja-utama sialan itu ! Mungkin Isman terpaksa meng-iya-kan permintaanku. Sebab, dia baru saja aku beri tip agak besar untuk ukuran Indonesia[Bandung?].Seharusnya kalau perlu bantuan,aku menghubungi concierge atau room-service di lantai-kamar [floor] yang bersangkutan. Selesai makan-siang aku kembali ke kamar.Kebetulan aku baru membeli sebuah jacket di sebuah out-let terkenal untuk Alfredo Dos Santos,sekretarisku di kantor. Maksudku aku akan minta Isman mencarikan kertas-pembungkus [kertas-kado] untuk membungkus jacket itu. Aku tahu di samping hotel ada sebuah mall. Jadi, Isman tidak sukar mencari kertas pembungkus kado “Kado” berasal dari kata Perancis : “cadeau”, yang artinya “hadiah”. MENCABULI ISMAN – ANAK-BAIK Sekitar jam 16:05,Isman datang ke kamarku. Isman masih mengenakan seragam hotel – hitam-hitam. Aku persilahkan Isman masuk dan aku katakan bahwa aku perlu bantuannya untuk mencarikan kertas-kado atau bahkan kalau ada kotak hadiah.Isman mengatakan bahwa di mall sebelah hotel itu ada tempat pelayanan pembungkusan di salah satu stand. Aku memberikan jacket itu pada Isman dan uang membayar harga kertas-kado dan biaya pelayanan-pembungkusan itu Rp 100.000,- Isman membawa jacket itu keluar untuk dibungkus di mall di sebelah hotel itu. Sekitar seperempat jam kemudian, Isman sudah kembali dan jacket itu sudah terbungkus rapi didalam kotak.Dia memberikan uang-kembalian yang tidak aku hitung dan aku suruh Isman menyimpannya. Aku tanyakan pada Isman apa kah dia bisa mebantu aku memasukkan pakainku ke dalam kopor, sebab aku akan check out malam itu. Isman meng-iya-kan permintaanku.

Sementara aku duduk di ruang depan suite itu, aku lihat Isman membuka lemari dan mulai melipat pakaianku satu-per-satu untuk dimasukkan ke dalam koporku. Aku tak mau membuang-buang waktu, aku masuk ke kamar dan aku pura-pura mencari sesuatu di meja-kecil yang ada di samping tempat tidur! Tapi aku lalu berbalik mendekati Isman-tampan yang sedang berdiri menunduk melipat jas-ku Lalu aku pun memeluk tubuhnya ….! Isman seperti kaget,bergidik dan ia berdiri tegak. Tapi dia tidak protes dan tidak menjauh, tidak marah dan tidak menepis ! Malahan, dia aku lihat melanjutkan kerjanya. .Aku suka itu!Aku suka Itu!.Sebab, kelihatannya Isman akan membiar- kan aku “memanipulasi” tubuhnya. Tetapi aku jadi berpikir, apakah Isman sudah sering atau sudah biasa diperlakukan begitu oleh tamu sesama-jenis ? Bisa jadi, karena wajah Isman yang tampan ! Aku lalu mengelus-ngelus punggungnya. Isman seperti tidak peduli dan dia terus bekerja memasukan pakaianku ke dalam kopor.Bisa jadi Isman pasrah atau bisa jadi dia ingat uang pemberianku yang Rp 500.000, – siang itu. Oleh sebab itu dia membiarkan saja aku menikmati punggungnya.Lalu, sambil dia memasukkan dan melipat pakaianku ke dalam kopor aku mengelus-ngelus lengannya yang kekar. Kemudian aku memeluk tubuh Isman dari belakang, sehingga dia sukar bergerak dan Isman berkata lirih : “Pak, ini belum selesai”, tapi aku menimpali kata-kata Isman dengan kata-kata : “Sudah biar saja. Tinggal saja”, lalu aku merubah posisiku dan aku memeluknya dari depan.Kemudian aku mendorong Isman pelan ke tempat tidur agar dia ber-baring terlentang. Isman masih menurut saja! Meskipun Isman sempat bertanya juga, katanya : “Kenapa, Pak? Kenapa saya harus tiduran?”, aku jawab dengan kata-kata : “Isman temani saya disini sebentar,ya.! Sebentaaar aja:”. Lalu aku berbaring di sampingnya dan aku menciumi, melumat,mencipoki bibirnya yang ranum,merah,merona,jantan dan kelaki-lakian itu. Aku lihat Isman masih diam saja. Mata Isman memandang kosong kedepan, menerawang ke atas.Aku sudah sering melihat kejadian seperti itu.Biasanya pemuda-pemuda straight yang aku cabuli dan yang “berserah-diri” karena uang atau karena terpaksa atau aku paksa, akan bersikap seperti itu!Ketika bibir-jantan Isman aku lumat dengan bibir -ku, Isman juga tidak melawan.Meskipun dia tidak “menanggapi positif” cipokan mautku! Apakah Isman juga cowok-homo? Seperti aku?Yang sudah lama ingin dan berharap atau berkhayal ingin dicabuli oleh sesama-jenis? Agh ! Bisa jadi ! Semoga ! Aku pun waktu remaja pernah dicipok teman remaja sesama-jenis dan aku juga tidak melawan.Meskipun aku tidak menanggapi dengan reaksi-positifku.Bahkan saat itu aku pun tidak [belum?] menikmati ! Ada sedikit rasa-jijik dalam diriku kala aku dicipok sesama-jenis. Meskipun teman sejenis yang mencipoki aku ketika itu lumayan tampan !

Bagaimanapun juga aku memang punya ‘kharisma’ dan ‘aura’ positif ! Karena wajahku yang [kata orang] ganteng bak bintang-film – berkat darah campuranku yang Eurasia [Indo-Eropa] dan tubuhku yang atletis.! Hasil latihan-fisik keras dan latihan-beban yang progresif serta sistematis yang sudah aku lakukan sejak aku berumur enam-belas tahun. Tanpa-henti dan tanpa-jeda sehari pun juga !. Mungkin itulah sebabnya,banyak cowok yang jadi korbanku, menurut saja waktu aku cabuli ! Apalagi aku juga rajin melatih enersi prana-ku ! Susahnya, nafsu-berahiku tak bisa diajak kompromi ! Apakah Isman merasa ter- paksa atau tidak, pokoknya : AKU HARUS DAN AKU AKAN MENCABULI ISMAN !Maka akupun melanjutkan “kerjaku” dengan menanggalkan penutup tubuh Isman satu per satu. Mulai dari kemejanya sampai ke celana-luar dan kancutnya. Isman masih tetap diam saja seperti mayat-hidup! Agh! Apakah Isman memang sudah biasa dicabuli lelaki? Begitu aku berpikir lagi !Tapi,apa peduliku? Setelah Isman telanjang-bulat, dia betrtanya lirih, katanya : “Saya mau diapakan ,Pak”, aku jawab dengan jawaban humor – jenaka, kataku : “Isman periksa kesehatan dulu, ya?!”, mendengar jawabanku, Isman tak berkata apa-apa lagi. Ternyata tubuh Isman teramat indah!Kulitnya putih-bersih.Dadanya menonjol ke depan dihiasi sepasang puting-susu yang tegang-melenting . Seakan memikat buat dijilat. Perutnya rata,berhiaskan tonjolan otot-otot yang membentuk pola six-packs.Lengannya juga besar, indah,dan berotot.Di bawah lengannya yang kekar itu tampak terjepit seberkas bulu-ketek yang hitam, terkesan jantan. Perkakasnya lumayan besar,disunat ketat [high and tight],mencuat dari hamparan jembutnya yang hitam, tebal, dan tumbuh luass.Dari pusarnya, “menjalar” rambut halus ke arah bawah yang bergabung dengan hamparan jembutnya. Sepasang biji- peler -nya tampak menggelayut di bawah perkakasnya.Dengan ukuran yang benar-benar serasi [proporsional] dengan ukuran perkakas-kudanya!Agh! Tubuh Isman sungguh merupakan fisik laki-laki sejati! Mungkin dia lelaki terindah yang pernah aku lihat ! Karena Isman sudah telanjang-bulat, aku pun menanggalkan seluruh penutup tubuhku dan melemparkan kemeja,celana-luar,kaos, dan kancutku jauh-jauh ke sudut kamar sialan itu ! Dalam keadaan aku sudah bertelanjang-bulat maka aku pun mulai “menyantap” tubuh Isman dengan rakus! Aku menjilati puting-susunya yang kiri dan kanan, dadanya, ketiaknya. Terus ke bawah sampai ke jembut dan perkakas-nya yang besar dan disunat-ketat.
Perkakas Isman yang semula masih layu, berkat urutan [massage] dan locoan-kasar tanganku akhirnya menegang juga! Tegak, tegang dan mengeras ! Apalagi setelah glans-penis dan lobang kencing -nya [urethra] serta sisa-sisa frenulumnya aku jilati ! Tampak kepala-perkakasnya makin memerah-ungu,berkilat,dan membulat.Tanda bahwa pejuhnya sudah siap untuk dimuncratkan jika saatnya telah tiba nanti !!! Barangkali perkakas Isman jadi menegang bukan hanya karena aku urut,loco,isap dan aku jilati.Tapi juga karena aku memain-mainkan kedua puting susunya yang jantan, tegang, melenting dan sexy sekali kelihatannya!Aku mencoba “menghidupkan” semangat Isman dengan kecupan-kecupan mesra di bibirnya dan bisikan-bisikan sayang di telinganya : “Isman…Isman.!Saya sayang sama Isman!Senyum Isman!Senyum Isman!Senyum sayangku!”, sambil aku membelai-belai kepalanya dengan penuh kasih sayang, Isman tampak memaksakan diri untuk senyum.Meski senyumannya tampak pahit dan hambar. Walaupun Isman masih dalam keadaan seperti itu, tetapi nafsuku tetap saja membara dan menggila.Oleh sebab itu,aku lalu menindihi tubuh Isman yang berbaring terlentang,telanjang, dan tetap saja Isman bersikap tenang ! Aku gesek-gesekkan bagian depan tubuhku ke bagian depan tubuh Isman yang ber- telanjang!Makin intens, makin intens,dan makin intens..!Agh! Nikmath! Sehingga perkakasku makin tegak,tegang, kencang ! Lalu tubuh Isman aku “balikkan” kearah menyamping, miring! Aku mengambil posisi dari belakang tubuh Isman.Kemudian aku memeluk tubuh Isman dari belakang seperti memeluk sebuah guling! Agh! Menempelnya tubuhku bagian depan ke tubuh Isman bagian belakang!Membuat aku makin terangsang! Lalu dengan agak susah-payah perkakasku aku sodok-sodokan ke lobang pantat Isman yang masih diam saja dan penurut seperti sesosok -mayat!Sambil tangan-ku membengkek-bengkek [melebarkan] belahan-pantat Isman pada bokongnya! Setelah arah lobang pantat Isman aku dapat,perkakasku pun …..AKU SODOK! AKU SODOK! AKU SODOK!ke dalam lobang-pantat Isman! Akhirnya aku mulai dapat merasakan bahwa usahaku tak sia-sia !Perkakasku berhasil juga menembus lobang pantat Isman [silit]! Aku merasa gerah dan berkeringat.Tubuh Isman juga terasa licin oleh keringat yang mulai membanjir ! Tapi kepala dan leher perkakasku sudah terasa dijepit oleh sphincter ani [otot-otot gerbang lobang-pantat] Isman!Nikmath! Nikmath! …….Benar-benar nikmath!Surga! Surga turun ke lobang-pantat Isman! Aku mengentoti lobang-pantat Isman,tanpa lebih dulu mengolesi perkakasku dengan pelumas atau lubricant [vaselin, ba oil atau sejenisnya]. Karena berahiku yang menggelora dan menggila, sama-sekali tidak terpikir olehku, bahwa jika lobang-pantat [yang seharusnya hanya jadi saluran ta'i itu] dientot dengan perkakas yang sebesar perkakasku [yang European size] tanpa pelumas, pasti akan terasa sakit -sekali ! Yang teringat olehku justru adalah bahwa Isman juga berhak mendapat -kan kenikmatan dengan cara aku meloco perkakasnya! Oleh sebab itu ,tanganku mulai memain-mainkan dan mengocok serta meloco perkakas Isman dan akupun mulai bertindak memaju-mundurkan perkakasku dan aku memompakan perkakasku ke dalam lobang pantat [bool] Isman: SODOK-CABUT! SODOK-CABUT! SODOK-CABUT! ARRGGH ! NIKMATH! NIKMATH! Rasanya bagaikan di surga Firdaus Darrusalam yang damai ! Tetapi kemudian aku mendengar teriakan lirih Isman yang terkesan merasa amat-kesakitan : “SAKIT PAK !!!”,tapi aku sama-sekali tidak merasa kasihan.pada Isman.Malahan nafsu sadisku jadi bangkit dan menyala seperti bara-api disiram bensin! Karena itu aku justru membentaknya dengan keras,tajam, dan nada-kejam : “TAHAN SAKITNYA !!!”,aku makin ingin bertindak diluar peri-kemanusiaan!Maka aku lalu mengambil posisi agar aku dapat menggampar bokong Isman yang putih bersih dengan tanganku ! Dibantu kekuatan otot-otot lenganku yang ‘muscular’ dan terlatih oleh latihan-beban intens serta progresif dan latihan-karate hampir setiap hari. Maka tanpa ampun, aku pun segera menggampar bokong Isman : “PLAKK!!! PLAKK!!! “, hanya dua kali saja, bokong kiri dan kanan Tapi teramat KERASSS[!] sekali.

Aku yakin pasti Isman merasa nyeri,pedih,dan sakit sekali di bokongnya dan aku langsung mendengar teriakan Isman yang terdengar amat-kesakitan : “ARGH !!! SAKIT PAK !!! JANGAN PAK !!!,” aku jawab dengan bentakan keras : “DIAMMM KAMU !!!”, dan Isman lalu terdiam ! Entah mengapa ! Apakah dia juga seorang masochist, yang suka disiksa oleh sesama-jenis ? Atau dia betul-betul takut, karena aku memang berbadan besar dan kekar?Selain itu, aku juga ada lah tamu hotel ? Isman bisa dipecat kalau aku iseng mengadu kepada Manajer Hotel tentang apa yang kami perbuat,yaitu ada karyawan hotel ngentot dengan tamu hotel yang sejenis,di kamar hotel ?Padahal buat Isman,mencari pekerjaan lain pasti tidak mudah ! Nafsuku mendidih, menggelagak ke otak! Mendengar rintihan kesakitan Isman ! Nafsu sadisku membara ! Karena itu, tanpa ampun, aku teruskan saja menyodok-nyodokkan perkakasku ke bool Isman,pemuda-tampan, waiter, karyawan, pelayan restoran hotel sialan,yang kelihatannya anak-baik itu,dengan lebih kasar!Sekali-sekali aku masih mendengar rintihan-lirih kesakitan dari mulut Isman akibat dari sodokan kasar perkakasku di lobang-pantat Isman : “MMMPH..MMMPH..MMMPH”. ARGH! ..ARGH ! ..ARGH! Tiap sodokan perkakasku yang kasar akan diikuti dengan satu teriakan “ARGH!” yang keras! Karena Isman merasa sangat kesakitan di lobang-pantat dan saluran-pelepasannya [rectum] ! Teriakan itu diseling dengan lenguhan yang terdengar seakan-akan seperti suara seekor kerbau yang sedang memamah-biak ” MMMPH..MMMPH..MMMPH ! Berkat sodokan-sodokan perkakasku ke lobang-pantat Isman,aku makin merasakan kenikmatan tak terhingga di perkakasku!Akibatnya aku jadi merasa bahwa pejuhku sudah akan keluar.Tapi aku tahan-tahan untuk memperlama kenikmatan surgawi dan duniawi di lobang pantat-terkutuk pemuda remaja tampan karyawan tempat penginapan itu …..! Ta’i ! Tetapi rupanya saluran-saluran pejuhku sudah siap untuk memancarkan cairan-surga itu keluar! Karena itu kocokan tanganku di perkakas Isman aku percepat,aku perkasar……!Kocok-loco perkakas Isman!Kocok-loco perkakas Isman…….. ..! Akhirnya pejuhku aku putuskan untuk keluar dan pejuh Isman juga aku “paksakan” keluar dan….AARRGH ! CRROOOOOT! CRROOOOOOOOT! CRROOOOOOOOOT! CRROOOOOOOOT! Pejuhku dan pejuh Isman muncrat hampir berbarengan ! Mungkin hanya beda beberapa detik saja ! Ta’i! Bagaimanapun juga aku merasa puass dan lampiass ! Semua nafsuku seakan terpenuhi : nafsu-berahiku yang ingin mencabuli laki-laki, nafsu-sadisku, dan nafsu gila-ku…………..! Ta’i! Keluarnya pejuh Isman dapat aku rasakan di tanganku yang lengket berlepetan pejuh! Sebab, tangan kananku tidak putus-putusnya menggenggam, sambil aku tak lupa meloco dan mengocok perkakas Isman, sepanjang percabulan-sialan itu ! Entah!Apakah Isman merasa nikmat atau tidak.Yang jelas memang aku telah mengocok-meloco perkakas Isman dengan kasar!Aku yakin bahwa kelenjar prostat Isman juga tersodok-sodok nikmat oleh perkakasku dari arah lobang-boolnya! Itulah sebabnya,meskipun mungkin Isman tidak menikmati entotanku! Tetapi pejuhnya terpaksa keluar juga….!Yach!Barangkali itu memang itu suatu delik perkosaan!!! SITUASI PASCA-PENCABULAN ISMAN Selesai mencabuli-paksa Isman karyawan hotel itu, aku berbaring terlentang di samping Isman…telanjang-bulat. Isman aku lihat tertidur…Mungkin dia kelelahan setelah aku gumuli, aku perkosa, dan pejuhnya juga aku muncratkan-paksa! Isman yang semula tertidur miring seperti posisi tubuhnya waktu dia aku sodomi, tampak mulai terguling-terlentang, telanjang-bulat. Aku pun bangkit dan duduk memandangi dan menikmati pemandangan tubuh Isman, pemuda tampan yang terlentang telanjang…..Agh! Indah sekali ! Wajah tampannya, tubuh atletisnya, puting-susunya, perkakas-sunatnya dan jembutnya…. Indah! Indah! Semua teramat indah! Dengan hati-hati aku mengecup kening pemuda tampan itu ! Kemudian aku mandi-junub dan berpakaian! Lalu, dengan sabar aku duduk di samping Isman menungguinya terbangun ! Sambil tak putus-putusnya aku memandangi tubuh-telanjang pemuda-tampan itu! Sehingga, mau tidak mau, suka tidak-suka, perkakasku jadi ngaceng lagi – tegang dan mengeras …………..!


Tapi kali itu nafsu-berahiku tidak aku lampiaskan ke lobang-pantat Isman dan tidak pula aku loco perkakasku! Biarlah! Sebab segala sesuatu yang berlebihan tidak baik,bukan? Jadi, cukuplah sudah aku mengentoti pemuda itu sepanjang siang ! Sore itu, biarlah dia beristirahat ! Ternyata semua proses perkosaan dan pencabulanku terhadap tubuh, perkakas,dan bool Isman hanya berlangsung sekitar satu jam saja. Sebab, Isman datang ke kamarku sekitar jam empat-sore lewat lima menit dan ketka aku duduk di sampingnya sambil memandanginya tertidur terlentang telanjang-bulat itu,aku lihat di arlojiku, hari masih pukul lima sore lewat sepuluh menit Tapi,yah!, sungguh satu-jam yang teramat nikmat bagi pemuasan nafsuku dan lumayan sadis bagi organ-tubuh kelelakian Isman ! Ta’i ! Menjelang maghrib, Isman terbangun. Matanya mengejap-ngejap.Tapi dia sadar. Dia tidak tampak kaget!Dia sadar bahwa dia baru main-cabul dan baru saja aku cabuli! Isman juga tidak marah.Dia mengenakan lagi pakaiannya, penutup-tubuh-nya dengan tenang,tanpa dia mengatakan sepatah katapun. Isman juga tidak mandi-junub dulu. Mungkin dia akan mandi junub di rumahnya atau di hotel itu. Atau barangkali dia akan mandi-junub di kamar mandi karyawan hotel ? Ketika Isman sudah selesai berpakaian aku segera memasukkan gepokan uang 30 lembaran seratus ribu-rupiah [senilai Rp 3 juta],di dalam saku celananya !Uang ganti-rugi lobang pantatnya yang aku sodomi dan biaya penyerahan-total tubuhnya untuk aku cabuli ! Juga biaya untuk semua kenikmatan, kesenangan kebahagiaan yang aku peroleh dari percabulan di siang jahanam itu ! Aku mengajak Isman tersenyum, tapi dia tidak menanggapi! Isman tetap berdiam diri saja ! Dia juga tidak mengucapkan terima kasih. Setelah selesai berpakaian, Isman berlalu begitu saja, tanpa pamit kepadaku.Tapi dia menutup pintu kamar pelan,tidak membanting atau menghempaskannya ! Artinya, Isman tidak marah atas tindakanku. Meskipun mungkin saja dia agak kesal juga! Atau bisa jadi dia confused [bingung, keder] karena dia barusan aku perkosa.Barangkali sebelum-nya dia belum pernah merasakan main-cabul dengan sesama jenis dengan cara kasar seperti itu ? Apalagi diperkosa sesama jenis ?! Agh! Aku memang lelaki-bejat ! Merusak pemuda seindah dan sebaik Isman ! Sungguh perbuatanku amat bejat dan tak bermoral! Tapi, lelaki-homosex mana yang tidak runtuh imannya jika sudah berduaan dengan pemuda seindah dan sejantan Isman ……? Ta’i !!!!! Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan aku pun cepat-cepat keluar dari kamar,menggeret koperku! Aku ke front desk untuk check out, membayar sewa hotel.Lalu aku cepat-cepat keluar.Untunglah,waktu itu aku ke Bandung menyetir mobil sendiri, tidak membawa supir! Jadi, aku bisa langsung kabur dari tempat parkiran mobil.Tanpa aku harus repot mencari-cari supirku dulu!Meskipun tidak ada risiko apapun bagiku akibat aku mencabuli Isman ! Karena aku berstatus diplomat dan aku memegang paspor PBB [United Nations].Tapi aku merasa lebih baik jika aku menyingkir dari TKP[Tempat Kejadian Perkara] sialan itu, sesegera mungkin ! [JUAN CARLOS ARAGON & ALFREDO DOS SANTOS]

1 komentar: