Rabu, 22 Juli 2015

Derita Brondong



“MMMhhhhhhhhh….!Mmmmmhh!.......” Jeritan penderitaan yang keluar dari mulutku yg terbungkam. Jeritan ini adalah jeritan pemaksaan ejakulasi berlebihan yang dilakukan penyiksa dalam menyiksa diriku. Sudah 6 kali perkakasku menyemprotkan sperma dan berhamburan dilantai.

Tubuhku dalam keadaan telanjang terikat menggantung seperti superman terbang dengan rantai rantai yang mengikat kaki dan tubuhku. Mulutku terbungkam erat dengan penutup mulut yang membungkam mulutku dari jeritan jeritan yang selalu aku kumandangkan. Aku berada di dalam sebuah rumah yang ditinggali hanya oleh 2 orang biadab yang suka sekali menyiksa dan memperkosa tubuhku dan posisi rumah ini letaknya pasti jauh dari lingkungan masyarakat.

Sudah 5 bulan lamanya aku berada di rumah ini dan sudah 5 bulan pula aku diculik dari sekolah tempat aku menimba ilmu. Aku masih mengingat waktu itu tatkala 5 bulan lalu, setelah melakukan kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di sekolah, aku pulang ke rumah dengan tubuh terasa gerah berkeringat setelah olahraga.

Tiba tiba ada sebuah mobil wagon menarik tubuhku dan langsung membiusku. Aku tersadar dalam sebuah ruangan yang hanya bercahayakan lampu kuning remang remang didalam sebuah rumah. Aku tersadar dalam keadaan tergeletak dilantai dengan mulut terbungkam, kaki dan tangan terantai, dan hanya mengenakan celana dalam saja. Aku tidak tahu apakah itu malam atau siang, yang pasti suasana hanya remang remang. Ruangan ini tidak memiliki jendela maupun ventilasi, yang ada hanyalah pintu besi saja. Hawa panas dan lembab terasa didalam ruangan ini. Tubuhku selalu berkeringat dan tercium bau tubuhku yang apek dan menyengat keluar dari kedua ketiakku. Aku memang orang yang tidak suka mandi. Sehari belum tentu aku mandi 1 kali, seringnya adalah 2 hari mandi 1 kali. Memang disekolah banyak yang memanggil aku Anto “si bau”.

Bau tubuh ini memang keluar lantaran tidak hanya aku jarang mandi, tapi juga lantaran usiaku yang masih 18 tahun dan aktif melakukan olahraga, sehingga keringat selalu keluar dari tubuhku. Tubuhku bisa dibilang ketat berotot dengan sixpack di perut, dada bidang dengan pentil yang melenting berwarna coklat muda. Dengan berat 58 kg dan tinggi 175 cm, aku bisa dibilang cukup tinggi dan proporsional. Wajahku berciri khas pribumi Indonesia asli dan memang bisa dikatakan ganteng dan imut menurut teman teman sekolahku, tetapi sex ku adalah gay dengan tipe favorit adalah BDSM.

Aku memiliki perkakas yang panjang seperti pipa tapi dengan lingkar perkakas yang cukup dalam arti tidak besar maupun kecil. Tubuhku mulus tidak berbulu, hanya daerah perkakas saja aku memiliki bulu tipis. Aku memang pernah sekali berprofesi sebagai penjaja sex untuk para gay dan hanya 1 kali saja aku di sewa untuk memenuhi hasrat sex orang tersebut. Orang tersebut bernama Udin dan dia berumur 27 tahun, pribumi yang macho dan ganteng dengan bulu yang lebat dan perkakas yang luar biasa gede. Orang inilah yang menculik aku beberapa hari kemudian setelah aku memenuhi hasrat sexnya. Aku memang membeberkan seluruh identitasku seperti dimana aku sekolah dan pulang sekolah jam berapa serta aku tinggal di kost mana. Semua aku berikan ke Udin dan akhirnya aku diculik dan diperlakukan sebagai budak sex oleh dia. Udin tidak sendiri, dia dibantu oleh Aldi yang juga adik kandungnya.

Aldi beda dengan Udin, Aldi memang memiliki tubuh yang seksi dengan otot dada dan sixpacknya yang menggiurkan, cara sexnya lebih sadis dari Udin. Udin “hanya” suka memperkosa tubuhku. Sedangkan Aldi, dia tidak hanya memperkosa, tapi juga menyiksa tubuhku berkali kali dengan setruman setruman yang bisa membuat perkakasku menyemburkan sperma atau perkakasku diperah dengan paksa oleh tangannya untuk mendapatkan sari pati tubuhku. Segala pengurusan rumah ini diatur oleh Aldi sehingga aku pun selalu menghadapi sifat sadis Aldi yang ganas dan tanpa ampun. 6 kali sudah aku mengalami ejakulasi berlebihan. Tangan kiri Aldi yang tetap memerah perkakasku sambil  wajahnya tersenyum senang melihat tetesan demi tetesan sperma yang keluar yang menyebabkan aku menderita. Dengan dibelenggu melayang seperti gaya superman dengan tubuh menghadap kebawah, menyebabkan tangan dan kaki ku merasakan linu dan nyeri. Selama 5 bulan, aku diperkosa habis habisan oleh kedua orang bersaudara ini setiap hari. Tiap pagi atau malam, Udin datang 1 kali setiap hari untuk memperkosa tubuhku selama berjam jam. Udin sangat agresif dan senang melihat lawan mainnya tidak berdaya tatkala diharuskan menerima sodokan perkakasnya yang luarbiasa gede seperti tongkat pemukul satpam yang berwarna hitam. Setelah diperkosa berjam jam, Udin selalu meninggalkan tubuhku yang sudah lemas tak berdaya ditangan adiknya yang sadis dalam memperkosa dan menyiksa. Seperti pepatah “lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya” atau “sudah jatuh tertimpa tangga”. Pepatah pepatah ini memang tepat  menggambarkan keadaanku. Setelah diperkosa habis habisan setiap hari oleh Udin, yang pasti aku hadapi adalah penyiksaan dan pemerkosaan gila gilaan oleh Aldi. Aldi, cowok yang masih berusia 23 tahun, sering juga disetubuhi oleh Udin. Udin dan Aldi memang berhubungan saudara tetapi sebatas saudara tiri saja. Sehingga tidaklah heran jika mereka sering melakukan persetubuhan dihadapanku. Setelah semprotan dari perkakasku habis tak tersisa untuk ejakulasi yang ke-6 kalinya, Aldi berhenti memompa perkakasku. Dia segera mengambil sebuah alat yang membuatku begidik.

Alat itu adalah  sebuah tongkat hitam yang ukurannya lebih besar dari perkakas Udin. Dildo nama alat itu. Dildo ini dijilat jilat oleh Aldi dihadapanku dan dia menjilat penuh dengan senyuman sadisnya. Lalu dia membelakangi aku dan melepaskan dildo yang biasanya sering aku pakai. Dildo yang sering aku pakai ukurannya sebesar ukuran perkakas manusia normalnya dan selalu menancap di anusku setiap saat kecuali pada saat diperkosa Udin. Sisanya selalu menancap dan dilepas apabila Aldi menginginkannya. Pada saat dildo yang biasa ditancapkan di anusku dikeluarkan, Aldi menjilat jilat lubang anusku dengan nikmat dan penuh kepuasan. Dari lubang anusku keluar beberapa tetes sperma milik Udin maupun Aldi. Aldi menjilat lubang anusku dengan nikmat dan lidahnya menjilat bagian bagian dalam dinding anusku. Setelah dia puas menjilat dinding anusku, dia memasukkan dildo besar itu. Aku pun tersentak kaget karena aku merasakan sakitnya luar biasa. Dildo besar itu masuk dan terasa perih seperti anusku robek akibat dildo yang kebesaran ini. Tubuhku pun mengejang menahan sakitnya saat dildo ini masuk kedalam lubang anusku. Tak berapa lama, dildo ini masuk kedalam anusku dan Aldi pun puas melihatnya. Tubuhku bergetar dan keringat keluar dari tubuhku tak henti hentinya. Perkakasku kembali tegang akibat penyiksaan ini dan hasrat sexku mulai naik lagi. Aldi melihat perubahan perkakasku yang mulai menegang kembali ke arah bawah, maka dia duduk persis dibawahku dan mulai mengocok perkakasku untuk dipaksa dikeluarkan spermanya. Perkakasku diperah dengan tangan tetapi terkadang dengan mulut Aldi seperti anak sapi hendak minum susu dari induknya. Emutannya begitu mahir dan sering aku ejakulasi di mulut Aldi akibat emutannya yang sadis dan mahir mempermainkan lubang perkakasku.

Mulut Aldi tidak berdiam saja di perkakasku, dia terkadang pindah ke bagian lain tubuhku. Terkadang di sixpack perutku, di pentilku yang sudah ratusan kali digigit dan dijilat sampai membengkak seperti biji jagung. Sehingga yang terasa adalah sakit campur rasa sensitif yang berlebihan. Mulutku pun sering dimasuki perkakas Aldi dan Udin pada saat posisi disiksa seperti ini. Tetapi Udin lebih suka memperkosa anusku sambil tangannya meraba raba bagian tubuhku dan mengocok perkakasku hingga muncrat berkali kali. Aldi sebaliknya, dia lebih suka melihat lawan mainnya tidak berdaya dan harus menerima segala macam perlakuannya yang sadis dan kejam. Terkadang aku dipaksa harus minum sperma dari perkakasnya, menjilat jilat lubang anusnya dan minum air kencingnya. Tak jarang pula aku disuruh mencium ketiak Aldi yang bau dan disuruh menjilat jilat ketiaknya hingga bersih. Semenjak aku berada di rumah ini, aku tidak pernah mandi juga termasuk Aldi.

Rambutku sudah dicukur bersih bahkan termasuk kedua alisku. Seluruh rambut maupun bulu ditubuhku di cukur habis oleh Aldi. Sehingga aku betul betul mirip budak peliharaannya yang diperlakukan sesukanya. Apabila kebrutalan Aldi keluar, dia tidak segan segan mencambuk tubuhku sampai sampai goresan goresan akibat cambuk tersebut mengeluarkan darah segar, atau menyetrum tubuhku dengan tegangan rendah didaerah sensitif tubuhku termasuk daerah perkakas sampai aku akan mengalami ejakulasi berkali kali. Tak jarang pula setruman itu dibarengi dengan cambukan cambukan atau tetesan tetesan lilin panas di tubuhku. Sering pada saat Aldi menjadi brutal, tubuhku disiksa sampai babak belur hingga akhirnya aku pingsan. Tubuhku sudah tidak mulus seperti dulu, tubuhku sudah banyak lecet lecet akibat cambukan cambukan Aldi. Aldi menikmati sekali penyiksaan ini dan ke -7 kalinya dalam 1 hari ini perkakasku mengeluarkan sperma dibareng lenguhan lenguhan penderitaanku. Kocokan diperkakasku berhenti setelah akhirnya Udin datang membawa 1 tubuh yang dalam keadaan pingsan yang tak lain adalah teman ku sendiri yang bernama Yoyok.

Udin membawa korban baru dan Aldi dengan senangnya langsung membantu Udin dan sesegera mungkin menelanjangi Yoyok. Aku dan Yoyok memiliki postur tubuh dan usia sama karena kita se tim dalam tim sepak bola sekolah. Hanya yang membedakan adalah, Yoyok memiliki kulit agak hitam dari pada aku. Aku sering melihat tubuh Yoyok karena Yoyok sendiri adalah gay dan pernah kita berhubungan intim bersama lantaran ada perasaan cinta dalam diriku dan dia. Yoyok ditelanjangi oleh Udin dan Aldi, lalu tangan dan kakinya dipasang dengan rantai, mulutnya dibungkam seperti yang dipasang dimulutku. Udin mengambil segelas air dan menyiram kewajah Yoyok. Yoyok pun terbangun dan dia kaget melihat kondisi tubuhku yang sudah banyak luka lecet dan berubah sejak 5 bulan lalu. Yoyok dipaksa duduk dan Udin mengancam akan membunuhnya apabila Yoyok tidak menurut. Lalu Aldi mengambil alat cukur, dan aku melihat segala rambut lebat di daerah perkakas Yoyok dicukur bersih dan hanya dalam 1 jam saja, Yoyok memiliki tubuh yang persis seperti yang aku miliki yaitu tubuh mulus tanpa bulu sama sekali. Yoyok dipaksa berdiri dan kedua tangannya digantungkan ke pengait di langit langit rumah sehingga ketiak mulusnya tak berbulu terlihat jelas. Posisinya berdirinya persis di depan wajahku.

Aku dapat merasakan perkakasnya terletak persis diatas kepalaku. Udin membelakangi tubuhku dan kaget campur girang melihat sebuah dildo besar menancap di lubang anusku. Udin mencabut dildo itu dan aku merasakan sakit yang membuat aku melenguh keras. Dildo itu keluar dari anusku bercampur kotoran, sperma dan darah. Yoyok kaget melihat batang tongkat sebesar itu bisa masuk keanusku. Udin pun mulai menelanjangi dirinya dan mulai memperkosa anusku. Sodokan Udin terasa nikmat dan enak, tidak terasa sakit lagi semenjak dildo besar keparat itu telah memperbesar lubang anusku. Aldi menikmati tubuh Yoyok. Dia mencium ketiak Yoyok dan dia senang sekali lantaran ketiak Yoyok pun memiliki bau menyengat. Aldi mempermainkan pentil Yoyok yang menempel di dada Yoyok yang bidang dan tangan Aldi membelai belai perut sixpack Yoyok. Setelah puas menikmati tubuh bagian atas Yoyok, Tangan Aldi mengocok perkakas Yoyok dengan sadis, cepat dan ganas. Lalu perkakas Aldi dimasukkan ke lubang anus Yoyok. Aku mendengar lenguhan Yoyok yang menandakan kenikmatan sex brutal ini. Perkakasku pun tak lepas dari tangan Udin. Sambil perkakasnya menggenjot lubang anusku, tangan Udin mempermainkan perkakasku. Permainan ini menjadi semakin hot tatkala hawa panas dan lembab menaungi rumah ini. Tubuh kita ber-4 penuh dengan peluh dgn aroma bau tubuh dan bau ketiak menebar di mana mana. Semprotan pertama keluar dari perkakas Yoyok yang berhamburan diatas kepalaku dan punggungku. Bahkan sperma Yoyok mengalir kebawah melalui wajahku. Udin pun segera mungkin mengeluarkan sperma hangatnya didalam anusku dan terakhir Aldi mengeluarkan sperma hangatnya yang mengalir kebawah melalui anus Yoyok. Hanya perkakasku saja yang belum mengalami ejakulasi lantaran sudah mengalami ejakulasi berlebihan. Maka Udin pun, mengocok lebih cepat dan keras dan lebih sadis.

Akhirnya aku pun melenguh dan sperma pun menetes keluar dari perkakasku yang ke-8 kalinya. Udin maupun Aldi puas merasakan pemerkosaan ini. Aku pun dilepas dari ikatan menyiksa ini dan disuruh duduk dilantai sambil tidak lupa dildo besar itu ditancapkan kembali ke anusku. Tangan dan kaki ku pun tetap dirantai. Posisiku tadi diambil alih oleh Yoyok. Aku melihat Yoyok di perkosa dan disiksa oleh mereka berdua. Aldi bertugas menyiksa bagian tubuh Yoyok seperti pentil dan perkakasnya untuk diperah, sedangkan Udin bertugas memperbesar lubang anus Yoyok dengan diperkosa secara sadis bahkan sesudah diperkosa, Udin ikut ikutan memasukkan berbagai macam dildo yang cukup besar untuk menyakiti anus Yoyok. Aldi pun tak lupa kembali dengan siksaan favoritnya yaitu pemaksaan pemerahan perkakas. Perkakas Yoyok terhitung sudah mengalami 9 kali muncratan dalam beberapa jam penyiksaan semenjak kedatangannya di tempat ini. Udin melihat tubuhku nganggur, maka dia pun mendatangi aku dan mulai melakukan hubungan intim dengan aku. Aku pun diperkosa lagi secara sadis dengan Udin. Kita berdua, baik Yoyok dan aku melenguh penuh penderitaan akibat penyiksaan dan pemerkosaan gila ini. Udin senang sekali memposisikan tubuhku untuk menduduki perkakasnya sambil tanganku diletakkan dibelakang kepalanya sambil kedua tangan Udin dapat leluasa meraba raba ketiakku, kedua pentilku, otot six packku dan terakhir adalah perkakasku. Sambil menyodomi, dia tak lupa mengocok perkakasku untuk mendapatkan cairan saripati tubuhku. Setelah mereka puas menikmati tubuh kami berdua, kami pun diseret kedalam ruangan gelap dengan lampu remang remang untuk istirahat.

Aku dan Yoyok yang bernasib sama, lalu saling mendekatkan badan untuk menghangatkan tubuh akibat dinginnya malam. Kami tidur sambil menunggu penyiksaan keesokan harinya yang bisa lebih sadis dari hari ini. Keesokan harinya, Kami diseret keluar ruangan itu dan didepan kami terdapat 4 tentara yang berbadan besar dan berotot. Ternyata 4 tentara itu adalah tentara homo yang akan menikmati tubuh kami. Akhirnya, Udin, Aldi dan 4 tentara itu segera mungkin mengeroyok kami dan kami pun dibuat mainan oleh mereka serta disiksa secara sadis oleh mereka. Selama 1 harian kita diperkosa dan disiksa layaknya budak yang harus menerima perlakukan kejam dari tuannya. Perkakas perkakas besar milik tentara tentara itu tak henti hentinya menhujam anus kami. Aku melihat anus Yoyok yang masih mengeluarkan darah karena tidak pernah mengalami penyiksaan dahsyat ini. Sedangkan aku, aku sudah terbiasa meskipun masih merasakan sakit, tetapi sudah tidak berdarah lagi. Kami 2 anak SMA yang masih berusia 18 tahun diharuskan menghadapi kenyataan pahit bahwa seumur hidup kita, kita akan menjadi budak sex yang akan memenuhi nafsu para homo yang suka dengan brondong brondong yang tak berdaya. Malamnya, setelah penyiksaan sadis itu, aku melihat Yoyok menangis kesakitan akibat anusnya lecet karena dihujam berkali kali dengan perkakas perkakas raksasa. Aku merasa kasihan dengan Yoyok, padahal dulu pertama kali tiba ditempat ini dan diperkosa gila gilaan oleh Udin dan Aldi, aku merasakan hal yang sama seperti Yoyok dan tidak ada seorang pun disampingku. Esok paginya, kami pun diseret keluar oleh 6 polisi muda yang ganteng dan keren. Kami mengira bahwa penderitaan ini segera berakhir tetapi semua itu salah

Memang benar Udin dan Aldi di borgol karena melakukan kejahatan menculik manusia. Tetapi mereka tidak memenjarakan Aldi maupun Udin, melainkan mereka memperbudak Udin dan Aldi seperti kami. Dan kami pun tidak dilepaskan melainkan tetap melanjutkan status kami sebagai budak sex Cuma yang beda adalah kita sekarang tidak disiksa maupun diperkosa oleh Udin dan Aldi melainkan diganti dengan 6 polisi homo yang masih muda dan lebih sadis dari Udin dan Aldi. Akhirnya kita pun merasakan pemerkosaan lebih sadis dan lebih gila. Cambukan, setruman, bahkan tidak tanggung tanggung, dildo berduri pun pernah digunakan untuk mencoblos anus Udin dan Aldi karena mereka hendak melarikan diri tetapi tertangkap kembali.

Aku melihat tubuh Aldi yang seksi berotot itu diharuskan menerima cambukan cambukan yang berujung duri sehingga tubuhnya sering meneteskan darah segar. Belum lagi aku melihat Udin disiksa dengan tubuhnya ditempelkan besi panas yang bertuliskan BUDAK SEX persis di pantatnya. Aku melihat para polisi ini tidak segan segan menjepit pentil mereka dengan penjepit yang berujung tajam sehingga dari pentil mereka mengalir darah segar. Aku melihat wajah mereka yang sering menahan sakit tetapi perkakas mereka selalu ngaceng dan tidak pernah menolak untuk disiksa lebih kejam dan sadis. Tak jarang pula aku melihat para polisi ini memerah perkakas Udin dan Aldi diluar batas kemanusiaan sehingga yang keluar adalah cairan sperma bening bercampur darah akibat lecet sering diperah terus menerus tanpa henti maupun tidak ada jeda sama sekali. Aku dan Yoyok selalu patuh dengan perintah 6 polisi ini sehingga mereka memperkosa dan menyiksa kami lebih manusiawi. Bahkan mereka lebih suka menganggap kami bukan budak melainkan pelayan sex mereka. Sehingga meskipun kondisi kami tidak beda jauh dari dari sebelumnya, kami mendapatkan sex lebih lembut dan saling menikmati. Tetapi tak jarang pula, tubuhku maupun tubuh yoyok sering menjadi permainan mereka apabila mereka bosan menyiksa dan memperkosa tubuh Udin dan Aldi. Perkakasku sering diperah bergantian secara terus menerus oleh mereka. Meskipun ada jeda istirahat dari ejakulasi pertama dan ejakulasi berikutnya, mereka melakukan ini selama 24 jam sehingga seluruh sperma yang keluar dari tubuhku ditampung dalam botol dan memaksa baik Udin maupun Aldi meminum spermaku. Beda dengan aku yang diperah menggunakan tangan maupun mulut 6 polisi muda itu, Yoyok diperah dengan setruman yang biasa Aldi perlakukan terhadap kami berdua dengan setruman tegangan rendah. Sehingga kontraksi setruman itu menyebabkan Yoyok memuncratkan sperma berkali kali selama 24 jam dengan periode pemerahan yang sama persis seperti yang terjadi terhadap diriku.

Apabila perkakas kami mengeluarkan sperma, tubuh kami sering menegang dan mengeraskan seluruh otot tubuh kami. Apalagi hal ini terjadi sudah ejakulasi yang sudah melebihi batas, maka tubuh kami akan menegang dan menahan linunya perkakas kami mengeluarkan sperma sehingga otot otot tubuh kami terlihat seksi berbalutkan keringat yang mengkilapkan tubuh kami. Sering pada saat kami hendak ejakulasi dengan tanda tanda tubuh kami yang menegang mengeraskan otot, maka ada beberapa polisi itu mengambil foto kami dan memasukkan kedalam internet untuk disebarluaskan. Bagi yang mau foto penyiksaan dan pemerkosaan kami dalam bentuk serian termasuk foto foto Udin dan Aldi, diharuskan membayar beberapa dollar. Sehingga 6 polisi ini mendapatkan uang dari penderitaan kami. Tiap malam, kami sudah tidak tidur diruangan yang dingin itu karena sudah diisi Aldi dan Udin. Aku dan Yoyok tidur menemani 6 polisi muda ini. Aku menemani 3 polisi sedangkan Yoyok menemani 3 polisi lainnya. Mereka terkadang menyetubuhi tubuhku dulu sebelum tidur tetapi terkadang mereka hanya memeluk dan langsung tidur. Aku dan Yoyok sudah menjadi pelayan sex sekaligus simpanan mereka. Setiap malam, kita selalu berpikir hidangan apa yang akan kita hadapi besok. Waktu semakin berlalu dan dalam rumah itu, tidak hanya 6 polisi, Aku, Yoyok, Aldi maupun Udin. Sekarang bertambah 2 anak muda berandalan lainnya yang ditangkap polisi itu untuk dijadikan budak dan diperlakukan sama sadisnya seperti Udin dan Aldi. Bahkan sekarang Aku dan Yoyok diperbolehkan menikmati tubuh Aldi, Udin dan 2 pemuda berandalan ini dengan cara memperkosa maupun menyiksa sampai kami puas. Akhir cerita yang bisa dikatakan pahit namun indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar