Rabu, 22 Juli 2015

Hati...Hati!!



Saya Dokter Ferry, penanggung jawab sebuah institusi rahasia pemerintah yang meneliti cara menyiksa tahanan secara sadis dengan penyiksaan seksual tanpa merusak korban dan medium yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak laki laki muda seksi yang masih bercelana abu abu dengan seragam mereka (kalau masih tersisa/lengket ditubuh mereka) dimana anak anak muda ini memiliki daya tahan yang tinggi dalam disiksa secara seksual karena peningkatan sex mereka pada saat masa masa puber dan baru matang hendak menuju kedewasaan dan tentu dengan tubuh mereka yang seksi dan nikmat untuk di siksa. Apalagi dengan batang perkakas mereka yang baru barunya mekar indah berwarna merah tua dengan denyut penuh urat dan enak untuk di kocok maupun diemut ditambah cairan sperma mereka yang selalu menyembur keras pada saat orgasme, mengundang hasrat untuk mencoba perkakas mereka terus menerus. Disini saya melaporkan budak yang bernama Rudy yang sudah mengalami penyiksaan secara sadis tanpa henti selama 1 minggu lamanya. Inilah laporannya yang diharapkan dapat mengundang anak anak SMA yang sudah 17 tahun untuk mau menjadi korban berikutnya.

Rudy memasuki ruangan yang terang dengan lampu neon yang menyilaukan dan dalam ruangan itu hanya terdapat sepasang rantai untuk mengikat tangan yang digantungkan di langit langit dan sepasang rantai yang mengikat kaki yang ditancapkan di tanah. Rudy diseret dengan kasar oleh para pengawas dan mereka memasangkan rantai rantai ini di tangan dan kaki rudy.ada sebuah tombol dimana oleh salah satu pengawas tersebut ditekan, rantai rantai tersebut secara tiba tiba menarik tangan dan kaki Rudy ke 4 penjuru sehingga tubuh Rudy terlihat berbentuk X. Para pengawas yang juga tenaga penyiksa itu, sudah telanjang dan terlihat tetesan tetesan precum mereka menetes di lantai menunjukkan tanda mereka horny dan siap memperkosa anak 17 tahun dengan tubuh kecil tapi ketat berotot.

Parman adalah pengawas pertama yang siap siap memperkosa Rudy. Parman berusia 35 tahun dengan tubuh tinggi besar dan tegap. Berat 91 kg dengan tinggi 186 cm. Parman adalah bekas tentara Angkatan laut yang memang homo dan suka menyiksa tahanan perang. Dia diminta oleh Dokter Ferry untuk menyiksa para budak disini. Parman adalah salah satu 6 pengawas tersadis di tempat ini. Dia tidak segan segan menyiksa para budak hingga pingsan dan menyiksa ulang lagi sampai para budak yang rata rata masih 17 tahun tersebut hingga menangis kesakitan. Parman sudah menjadi tentara semenjak umur 18 tahun dan hobinya adalah mengangkat benda benda berat maupun fitness. Badan Parman sangat besar dan warna kulitnya yang hitam legam dengan bulu bertebaran di tubuhnya. Parman suka sekali menyewa seorang homo lalu bersetubuh dengan orang tersebut hingga orang tersebut pingsan kecapaian melawan nafsu badak hitam ini. Orang orang yang disodomi Parman pasti mengalami pendarahan meskipun mereka sudah biasa di sodomi. Hal ini karena perkakas Parman sangat besar dengan panjang hampir 25cm dan diameternya seukuran 3 jari orang dewasa.

Rudy melihat tubuh Parman yang besar dan perkakasnya yang sudah ngaceng, tahulah dia bahwa dia akan mengalami kesakitan yang luar biasa. Parman tidak perlu basa basi lagi, dia mengambil sebuah pil perangsang dan memaksa Rudy untuk minum obat tersebut. Dalam hitungan beberapa menit, Rudy sudah dikuasai obat itu dan dengan sendirinya meminta untuk di perkosa. Parman langsung membelakangi Rudy dan tanpa basa basi, perkakas besarnya memasuki liang anus Rudy. Begitu kepalanya memasuki lubang anus Rudy, Rudy langsung tersentak kesakitan. Dia menjerit jerit dan melolong kesakitan. Rudy pun meneteskan airmata sambil minta ampun ampun kesakitan. Meskipun obat itu merangsang sex Rudy, tapi tetap kalah dengan sakitnya sodokan perkakas Parman. Parman merasakan kenikmatan dengan melihat raut wajahnya. Rudy pun menahan sakit tersebut dan tubuhnya menegang sembari menahan sakit pada anusnya. Keringat bercucuran membasahi tubuh Rudy dan mengakibatkan timbulan timbulan otot tubuhnya terlihat jelas dan semakin seksi. Hal ini mengundang nafsu selera menyiksa kelima penjaga lainnya yang dari tadi menonton penyiksaan ini. Perkakas Parman masuk semua kedalam anus Rudy dan dia pun merasa nyaman karena bagi dia, anus Rudy masih sempit. Parman pun menyodok Rudy dengan kasar. Tubuh Rudy terguncang guncang mengikuti irama penyodokan itu sambil menahan perih dan panasnya sodokan itu seperti pada saat Rudy pertama kali di perkosa preman pada saat kelas 1 Sma. Rudy hanya bisa meringis menahan sakit dan nikmat sambil Parman menyodok dan menarik narik juga memelintir kedua pentil Rudy. Desahan maupun lenguhan Rudy terdengar terus dan keras sekali.

Tangan besar Parman meraba raba seluruh tubuh Rudy dan terakhir mengocok perkakas Rudy yang sudah precum dan basah oleh bekas sperma pada saat sex dengan dokter ferry. Perkakas Rudy dikocok cepat dan kasar oleh Parman. Tubuh rudy semakin berkeringat deras dan ketiaknya semakin menebarkan aroma bau menyengat yang sangan jantan. Ketiak Rudy mulus dan lembab dengan keringat, membuat Parman senang sekali mencium dan menjilat jilat ketiak Rudy. Rasa asin dan asam campur menjadi satu membuat Parman semakin gila menyodok anus Rudy dan mengocok perkakas Rudy. Rudy pun mengalami orgasme dan setiap muncratan jatuh menetes dilantai. Parman tetap mengocok perkakas Rudy dengan sadis tanpa henti meskipun Rudy telah orgasme. Parman masih menyodok dan dia tidak terlihat tanda tanda orgasme. Kocokan kocokan Parman membuahkan hasil orgasme yang kedua perkakas Rudy. Barulah Parman menunjukkan tanda tanda hendak orgasme. Parman pun semakin menggila menyodok Rudy dan berakhir dengan muncratan sperma di dalam anus Rudy, begitu banyaknya sampai anus Rudy tidak dapat menampung sperma Parman.
Edy adalah penyiksa kedua yang menggantikan Parman. Edy memiliki tubuh sama kecilnya dengan Rudy. Warna kulit Edy hitam gelap dengan sedikit bulu ditubuhnya. Edy berumur 21 tahun dengan perkakas yang tidak terlalu besar juga tapi tubuh Edy sangat berotot meskipun tidak besar seperti parman. Edy mempelajari titik titik ransang dan sakit dari akupuntur. Teknik ini sebenarnya untuk pengobatan tapi di jaman lampau di Cina, digunakan juga untuk menyiksa tahanan. Edy memiliki tubuh yang sangat tajam baunya dengan tidak mengangkat ketiaknya saja, orang sudah banyak yang lari dari dia karena tidak tahan bau tubuhnya kecuali seluruh penghuni institusi tersebut yang memang suka bau keringat. Dia telah meneliti bahwa bau keringat yang tajam dapat meningkatkan hasrat sex dipadukan dengan teknik akupunturnya. Dia mendekati Rudy dan dia mengangkat salah satu ketiaknya didekat hidung Rudy. Spontan baunya sangat menyengat dan mengalahkan bau tubuh Rudy sekalipun. Hal ini disebabkan Edy adalah orang yang setipe sama Rudy yaitu tidak suka mandi dan dia gemar makan makanan yang merangsang tubuhnya untuk memproduksi keringat yang berlebihan (bawang merah, bawang putih, cabe, dll) . Setiap saat dia selalu mengunyah bawang merah untuk meningkatkan kadar bau tubuhnya. Rudy pun mencium bau aroma menyengat ini, menimbulkan nafsu sexnya dan Edy pun menusukkan beberapa jarum di beberapa titik tubuh Rudy. Sehingga hasrat sex Rudy semakin besar.

Dia kebelakang tubuh Rudy dan menusukkan perkakas nya kedalam anus Rudy. Meskipun telah terasa longgar, dia menyodok dengan nikmat. Tusukan tusukan tersebut sangat nikmat bagi Rudy dan dia terasa rilex tapi Rudy tidak tahu bahwa Edy adalah penyiksa tersadis no 2 karena dia mampu membuat orang orgasme secara cepat dengan tusukan jarumnya dan campuran bau tubuh Edy. Tak berapa lama, Rudy melenguh karena dia mengalami orgasme dengan sendirinya. Sodokan perkakas Edy terlihat santai dan pelan, karena dia menunggu Rudy orgasme lebih banyak lagi. Edy menikmati tubuh kencang Rudy dan sambil menjilat jilat tubuh rudy, tangannya menikmati pentil rudy yang bulat dan sebesar biji jagung itu. Mulut rudy melenguh lagi, dan perkakasnya memuncratkan sperma lagi. Edy mencium ketiak rudy dan menikmati bau tubuh rudy. lidahnya menjilat punggung rudy yang terasa asin campur keringat. Rudy pun menegang lagi dan muncratan sperma keluar lagi. Edy sangat pintar menstimulasi syaraf syaraf perkakas. Orang akan mengalami orgasme berkali kali tapi sperma yang keluar hanya sedikit sekali dan hanya menetes. Kepintaran ini lah dipergunakan oleh Dokter Ferry dalam menyiksa budak budak sex di tempat itu. Banyak budak sex yang ampun ampun kalau disiksa oleh edy. Rudy pun menderita karena orgasme berlebihan sekali. Edy menciumi tubuh Rudy sambil sesekali mempermainkan pentil rudy dan sesekali mengelus elus lubang perkakas Rudy. Rudy pun menjerit menandakan dia mengalami orgasme lagi. Edy pun menikmati jeritan maupun lolongan Rudy. terhitung ada 8 kali orgasme dialami Rudy sewaktu disiksa oleh edy. Edy pun akhirnya selesai dengan ditutup orgasme dari dirinya. Dia melepaskan semua jarum ditubuh Rudy yang sudah lemas ini dan menyisakan 1 buah jarum dimana jarum ini menahan laju keluarnya sperma. Sperma yang keluar hanya berupa tetesan dan korban tidak akan kehabisan sperma karena jarum milik Edy itu.

Penyiksa ketiga adalah Fredi “Usril” Sujoto. Usril (plesetan kata dari tukang usil) adalah lelaki dengan rambut cepak pendek dan tubuhnya kecil dengan tinggi cuma 167cm dan kurus cukup berotot dan tidak ada bulu sama sekali alias mulus. Usril rajin bercukur dan selalu mencukur bulu bulu daerah kemaluannya maupun ketiaknya. Usril masih berumur 18 tahun dan setahun lebih tua dari Rudy. Tapi Usril dipilih sebagai penyiksa tersadis no 3 karena penemuannya di bidang kimia yang menstimulasikan sensitif tubuh sebanyak 3 kali lebih sensitif. Usril penyiksa yang terbersih karena dia memang suka kebersihan (meskipun menerima tubuh yang kotor sekalipun) selain itu usril terlihat agak feminin. Gayanya yang agak feminin sehingga menutup identitas aslinya sebagai penyiksa tersadis no 3. Dia mengeluarkan cairan dan mengolesi seluruh cairan tersebut ditubuh Rudy termasuk lubang anus Rudy. cairan tersebut agak panas di kulit dengan tidak ada bau dan rasa dan membutuhkan waktu 5 menit untuk waktu proses bekerja. Setelah 5 menit, Usril mengambil sebuah dildo yang cukup besar, dan tanpa basa basi langsung menancapkan di anus Rudy. Anus Rudy yang agak terluka akibat sodokan Parman, merasakan agak sakit sodokan dildo ini. Sehingga dia meringis kesakitan. Lalu Usril menjilati tubuh rudy. Dimulai dari pentil dan Rudy langsung merasakan kenikmatan luar biasa dan kenikmatan itu tidak bisa di kata kata. Karena cairan tersebut, seluruh tubuh Rudy menjadi sensitif sehingga segala sentuhan membawanya menuju alam sex. Jilatan pentil maupun gigitan gigitan ringan dengan tangan usril mengocok perkakas rudy yang terkadang cepat maupun lambat, membuat Rudy merasakan hasrat sex yang semakin besar. Rudy langsung dengan cepat mengalami orgasme dan Usril pun mengetahui tersebut tetap saja menjilat jilat lubang perkakas Rudy. perkakas Rudy yang mengalami sensitif sebanyak 3 kali, mengerang erang kenikmatan dalam penderitaan. Jilatan jilatan di lubang perkakas Rudy membuat tubuh Rudy menegang kenikmatan maupun penderitaan.


Dia pun meminta untuk memberhentikan jilatan dilubang perkakasnya, tetapi bagi usril, jeritan itu hanya angin lalu saja. Rudy pun terkadang melenguh terkadang menjerit terkadang melolong panjang. Dia pun meronta ronta tapi apa daya tubuhnya tidak dapat sehingga dia hanya menerima penyiksaan tersebut. Rudy mengalami orgasme tanpa berhenti dan berkelanjutan. Meskipun yang keluar hanya berupa tetesan tetesan sperma, tapi rasa yang diderita tubuh maupun perkakas Rudy sudah berlebihan. Akhirnya dia pingsan karena tidak kuat mengalami orgasme. Usril akhirnya memberhentikan penyiksaan ini dan membiarkan tubuh anak muda seksi ini tergantung seperti binatang yang siap untuk disiksa lagi. Usril dan Edy meninggalkan ruangan. Bersama 3 orang penyiksa lainnya (episode berikutnya tentang 3 orang lainnya). Tinggal lah Parman sendirian dan melepaskan seluruh ikatan ditubuh Rudy. Dia membiarkan Rudy pingsan dan meletakkannya di lantai. 5 orang lainnya memang disuruh meninggalkan ruangan tersebut karena dokter Ferry memilih Parman untuk menyiksa Rudy selama 1 harian ini. Bentuk penyiksaan Parman adalah orang ini dilepas dan tidak dirantai tapi orang ini akan diperkosa oleh Parman terus menerus sampai 1 harian. Parman sangat kuat memperkosa anak muda apalagi yang seperti Rudy. 2 jam lamanya, Rudy sadar dan dia terbangun. Parman sudah di depannya dan langsung menelentangkan tubuh Rudy begitu tau Rudy sudah sadar. Rudy pun memberontak tapi apa daya, Parman yang telah minum obat perangsang tidak dapat menahan nafsunya. Rudy pun berteriak minta ampun tapi Parman dengan sadisnya memperkosa Rudy di ruangan itu TANPA AMPUN! 24 jam selesai sudah giliran Parman. Dokter Ferry datang keruangan tersebut dan ingin menginspeksi tubuh Rudy. Terlihatlah tubuh Rudy terkulai lemas tergeletak di lantai dengan keringat bercucuran deras dan mulut Rudy masih di paksa menikmati semburan sperma Parman dimana perkakas Parman tertancap dalam dalam di tenggorokan Rudy. Ruangan tersebut terdapat campuran bau amis sperma dan keringat. Tubuh Rudy penuh dengan sperma dan muncratan sperma juga terdapat di dinding dinding dan lantai lantai ruangan tersebut. Terlihatlah kalau Rudy diperkosa secara sadis tanpa ampun oleh Parman. Tubuh Rudy pun bergetar dan sudah tidak kuat menahan siksaan berikutnya. Dokter Ferry menyuruh Parman mengambil tablet gizi makanan dan beberapa gelas air minum. Lalu menyuruh Edy pengawas berikutnya untuk bertahan 3 jam dan membiarkan budak Rudy istirahat dulu. Para pengawas ini pun tercengang dengan hasil kerja Parman dan mengatakan yang terbaik adalah yang ini. Parman pun tersenyum bangga sembari mengatakan budaknya berkualitas bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar